10 Upacara Kematian Paling Mengerikan Di Dunia | Kaptenworld

Di posting oleh BLOG INI DIJUAL pada 07:18 PM, 08-Apr-11

Hari ini bingung mau buat artikel postingan apa,mau share edit css,udah rame yang bikin TS nya,mau share modding n hacking aplikasi,mumet bahasnya,mending bahas pengetahuan umum aja,mudah mudahan menambah wawasan sobat MWB sekalian,simak artikelnya dibawah ini.

Dalam banyak budaya di dunia, kematian adalah sesuatu yang sakral sehingga diperlukan sebuah upacara khusus untuk menghormati atau mengenang mereka yang mati. Sepertinya penguburan mayat dan kremasi adalah sebuah ritual kematian yang biasa ditemui. Namun, percayakah kita bahwa ada beberapa budaya membuang mayat, berdansa dengan mayat hingga yang paling mengerikan adalah ritual memakan mayat!….. Silahkan mempersiapkan diri sebelum kita membaca ritual kematian yang tidak biasa di bawah ini:

10. Pemakaman Dengan Penari Telanjang

Menghadiri upacara kematian dapat menjadi membosankan, kecuali ada penari telanjang profesional di pemakaman. Di wilayah Donghai China, pemakaman sebenarnya simbol status. Reputasi orang mati dan kehormatan dianggap berbanding lurus dengan jumlah orang yang menghadiri pemakamannya. Jadi, keluarga menyewa penari telanjang untuk menarik orang banyak. Pihak berwenang Cina telah mulai menindak praktek ini setelah gencarnya media memberitakan.

9. Berdansa Dengan Orang Mati

Percaya atau tidak, orang Malagasi di Madagaskar mengeluarkan orang mati dari kubur dan melakukan perayaan bersama mereka. Ritual yang disebut Famadihana ini meyakini semangat almarhum akan bergabung dengan nenek moyang mereka setelah tubuhnya membusuk. Perayaan yang diiringi dengan tarian-tarian bersama mayat ini diadakan sekali setiap tujuh tahun sekali dan merupakan waktu reuni keluarga bersukacita.

8. Pemakaman Langit
Iklim keras Tibet dan tanah berbatu-batu membuatpemakaman di sana terasa mustahil. Jadi, warga Buddha di Tibet sering pergi untuk sebuah ‘pemakaman langit’ di mana tubuh akan cincang, dicampur dengan tepung dan diatur sedemikian rupa agar dimakan oleh burung-burung pemakan bangkai. Mereka percaya bahwa tubuh hanyalah sebuah kapal untuk jiwa dan harus kembali ke alam.

7. Pemakaman Tana Toraja

Pemakaman di wilayah Tana Toraja Indonesia adalah sebuah ritual agung. Upacara pemakaman disertai dengan musik, tari-tarian dan pesta untuk sejumlah tamu. Dimengerti, kematian di sini adalah sebuah kesempatan mewah dengan harga yang mahal. Jadi, keluarga almarhum diberikan penangguhan, mereka tidak perlu menguburkan tubuh mayat dengan segera. Mereka hanya dapat membungkusnya dan menyimpannya di dalam rumah mereka, sementara mereka menabung untuk biaya pemakaman. Tabungan dapat waktu berminggu-minggu, bulan atau bahkan bertahun-tahun. Sementara waktu itu, mayat diperlakukan sebagai orang sakit dan dimasukkan dalam rutinitas sehari-hari. Sebuah pemakaman yang sebenarnya terjadi ketika keluarga melakukan upacara kematian dan peti mati ditempatkan di kuburan berupa gua atau tergantung di tebing.

6. Kematian yang mempesona

Orang-orang sekarang dapat ‘memakai’ orang yang mereka cintai di jari-jari mereka. Sebuah perusahaan Amerika yaitu LifeGem menawarkan kesempatan bagi mereka yang mati dan dicintai menjadi sebuah berlian sintetik. Proses ini dimulai dengan menangkap karbon dari tubuh pada saat dikremasi dari almarhum. Karbon dari tubuh orang mati ini kemudian diubah menjadi grafit
selanjutnya menjalani sebuah proses dengan suhu dan tekanan sangat tinggi untuk mendapatkan kristal mengilap seperti berlian. Harganya berkisar dari $ 3500 sampai $ 20,000 tergantung pada ukuran karat.

5. Peti mati Fantasi

Jika saja Elvis meninggal di Teshi (Ghana), maka diaakan dikuburkan dalam sebuah peti mati berbentuk gitar. Warga pinggiran Accran ini mempunyai kebiasaan menguburkan mereka yang mati dalam peti mati fantasi. Peti mati ini mengambarkan profesi almarhum. replika raksasa botol coke, buah-buahan atau ‘gadget’ lainnya akan ditampilkan di ruang pamer peti mati.

4. Endocannibalisme

Mungkin ini ritual kematian terburuk yang pernah ada. Endocannibalisme adalah praktik di mana orang memakan tubuh orang yang mati. Ide di balik kebiasaan mengerikan ini adalah kepercayaan bahwa dengan memakan tubuh si mati maka sekaligus akan ‘menghisap’ sifat-sifat almarhum untuk asimilasi roh. Beberapa suku di Amerika Selatan dan Australia dikatakan telah mempraktekkan ritual menyeramkan ini. Tapi banyak akademisi merasa endocannibalisme adalah tuduhan palsu dilemparkan oleh kolonial pada masa awal untuk mendapatkan alasan dominasi politik. Menurut antropolog Napoleon Changon, komunitas Yanomamo di Amerika Selatan masih makan abu dan sisa tulang orang yang mati setelah di kremasi.

3. Mumifikasi Diri Sendiri

Hal ini membuat ritual menjelang kematian terdengar seperti lelucon. Beberapa biksu Budha yang disebut Sokushinbutsu di Jepang tidak hanya melakukan bunuh diri, mereka juga melakukannya dengan cara yang dipercaya menyebabkan mereka menjadi mumi. Proses ini dimulai dengan diet kacang dan buah-buahan dikombinasikan dengan kegiatan fisik yang keras. Penghapusan lemak tubuh tercapai dengan langkah pertama. Langkah kedua melibatkan kehilangan cairan tubuh dan meracuni tubuh mereka untuk mencegah serangan belatung. Ini dicapai dengan mengkonsumsi kulit, akar dan teh beracun selama seribu hari. Pada tahap terakhir, biarawan itu akan memasuki sebuah makam batu, duduk dalam posisi lotus dan menunggu kematian. Dia akan membunyikan lonceng setiap hari untuk membiarkan sesama biarawan tahu bahwa dia masih hidup. Dan kemudian ketika lonceng tidak lagi berbunyi, para biarawan akan menyegel makam, menunggu 1000 hari lagi sebelum membukanya untuk memverifikasi mumifikasi itu.

2. Puasa Untuk Kematian

Vimla Devi, seorang wanita India melawan kanker, meninggal pada 2006. Penyebab kematian itu bukan kanker tapi puasa selama 13 hari yang disebut santhara. Ini kematian sukarela dengan puasa yang dipraktekkan oleh Jain, sebuah komunitas yang percaya anti kekerasan terhadap semua makhluk. Santhara biasanya dimulai setelah orang memutuskan bahwa tujuan hidupnya sudah tercapai dan siap untuk pemurnian spiritual. Dikenal ritual yang mirip, yang sering dianggap sebagai bentuk bunuh diri atau euthanasia. Namun, dalam komunitas, santhara menabukan halini.

1. Exposure Zoroastrianisme

percaya bahwa setelah kematian tubuh hanya membuat pencemaran saja. Kremasi atau penguburan dikesampingkan karena mereka beranggapan akan mencemari unsur-unsur sakral seperti api dan bumi. Jadi, mereka melakukan sebuah ritual yang disebut eksposure orang mati. Tubuh almarhum disimpan di menara yang disebut Tower of Silence dan dibiarkan dimakan oleh burung nasar. Praktek ini sekarang masih dilakukandi anak benua India. Berkurangnya populasi Heringburung pemakan bangkai di India telah menyebabkan proses ini menjadi mengerikan. Beberapa Foto terakhir, menunjukkan tumpukan mayat semakin membusuk di atas Tower di Mumbai(India), dan membangkitkan kontroversi dalam masyarakat.
Semoga menambah wawasan kita bersama.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

23 tanggapan untuk "10 Upacara Kematian Paling Mengerikan Di Dunia | Kaptenworld"

Alam pada 10:58 PM, 08-Apr-11

Wew

Andihicks pada 11:49 PM, 08-Apr-11

Ternyata beragam cara tuk mengexpresikan kehlngan orng2 yg ada disekitarnya....
Met vgi kang......

Kaptenworld pada 12:31 AM, 09-Apr-11

@alam : wew juga sob..hehe

Kaptenworld pada 12:32 AM, 09-Apr-11

met pagi juga sob andi,pa gak gawe hari ini sob?

Arizqi pada 01:16 AM, 09-Apr-11

Heuheu,,pnasaran pngn liat upacara kematian yg d Donghaimrgreen

Kaptenworld pada 01:18 AM, 09-Apr-11

jangan sob,ntar malah kita yang dikebumikan sama mereka,thanks dah mampir ya sob

Nitt4 pada 01:24 AM, 09-Apr-11

segala puji bagi Allah yg telah menciptakan makhluk ny dngan brbagai bangsa dan suku nya.

Kaptenworld pada 01:46 AM, 09-Apr-11

@nitta: betul sob nita,maha besar allah yang menciptakan keberagaman

aden pada 02:34 AM, 09-Apr-11

Aneh2 ya adat dan istiadat di dunia ini

Kaptenworld pada 04:28 AM, 09-Apr-11

@aden : tul banget sob,thanks dah mampir ya,tunggu kunjungan balikku ya

Kuningan Timur pada 06:24 AM, 09-Apr-11

Met Rehat Bos. .

Kaptenworld pada 07:57 AM, 09-Apr-11

met rehat juga sob

Jongos pada 10:08 AM, 09-Apr-11

wah tlat neci?bagus kang artikelnya

Kaptenworld pada 11:49 AM, 09-Apr-11

@jongos:thanks sob udah mampir,tunggu aku mampir ke gubuk sob jongos ya

Ibenk Maulana Sadewa pada 12:29 PM, 09-Apr-11

Wah orang luar ada2 aja yach....bukan,y ci solatin d ajak dansa hahasmile nice kapten....smile

Kaptenworld pada 01:47 PM, 09-Apr-11

hehehehe...nice juga sob ibenk

thian pada 03:04 AM, 10-Apr-11

Toraja emang unik.. Kapan2 b'kunjung ya ke toraja..

Kaptenworld pada 03:36 AM, 10-Apr-11

ok sob,doain aja aku nyampe kesana

Jason pada 03:59 PM, 17-Apr-11

Yang no. 10 masih mending mrgreen tp yg no. 8??? Alamaak Sadis 8O

Kaptenworld pada 04:10 PM, 17-Apr-11

thanks sob

anto pada 01:48 PM, 21-May-11

infonya keren masbro,

Edo pada 04:10 PM, 27-Aug-11

Waduh, aneh aneh aja

mothman pada 04:40 AM, 02-Apr-12

mantap dah

Langgani komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)